Minggu, 17 Mei 2020

UTILITAS BANGUNAN

UTILITAS BANGUNAN

Utilitas Bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk menunjang tercapainya suatu unsur-unsur kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudian kominikasi dan mobilitas dalam bangunan. Utilitas yaitu : faedah; kegunaan; manfaat. Atau Utilitas adalah tingkat kepuasan yang diperoleh seorang individu dari mengkonsumsi suatu barang atau melakukan suatu aktivitas.

Perancangan suatu proyek bangunan wajib selalu memperhatikan & menyertakan suatu mengenai fasilitas utilitas yang dikoordinasikan dengan perancangan yg lain, misalnya perancangan arsitektur, perancangan struktur, perancangan interior, peranacangan ekterior, perancangan site plan & perancangan lainnya agar aman, dan nyaman.

1. Perancangan Plambing & Sanitasi

Perancangan Plambing dan Sanitasi Sedangkan sistem plambing adalah sistem penyediaan air bersih & sistem pembuangan air kotor yang saling berkaitan dan adalah paduan yang memenuhi syarat, yg berupa peraturan & perundangan, panduan pelaksanaan, standar mengenai alat-alat & instalasinya.

Sistem plambing yg baik bergantung dalam sistem plambing pemipaan yang baik pula. Selain pemipaan, masih ada hubungan yg erat jua antara masalah penyediaan air & sanitasi, dimana sanitasi bekerjasama langsung menggunakan beberapa aspek berikut :

? Kesehatan.

? Penggunaan air.

? Pengolahan dan pembuangan limbah.

2. Perancangan Pencegahan Kebakaran

Untuk menghindari terjadinya kebakaran pada suatu bangunan, diperlukan suata cara atau sistem pencegahan kebakaran karena bahaya kebakaran dapat menimbulkan kerugian berupa korban insan, mal, terganggunya proses produksi barang & jasa, kerusakan lingkungan & terganggunya warga .

Baca Juga : Pentingnnya Utilitas Dalam Gedung ( Building Utilitas )

  • Bahaya kebakaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu :
• Bahaya kebakaran ringan

Merupakan bahaya terbakar pada tempat dimana masih ada bahan-bahan yang mempunyai nilai kemudahan terbakar rendah dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas rendah dan menjalarnya api lambat.

? Bahaya kebakaran sedang.

? Bahaya kebakaran berat.

Merupakan bahaya terbakar pada loka dimana terdapat bahan-bahan yang memiliki nilai kemudahan terbakar tinggi & apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sangat tinggi dan menjalarnya api sangat cepat. Perancangan sistem ini erat kaitannya menggunakan sistem plumbing.

Lantaran supaya meminimalisir bahaya bala kebakaran maka dikembangkan sistem-istem yg melingkupi pengaliran air, sebagai media pemadaman guna mencegah bahaya kebakaran skala besar , sistem pencegahan tersebut diantaranya merupakan :

? Sistem hidran

? Sistem sprinkle

3. Perancangan Pengudaraan/penghawaan

Untuk mencapai kenyamanan, kesehatan, dan kesejukan hidup dalam tempat tinggal tinggal atau bangunan bertingkat, khususnya kegiatan-kegiatan yg dilakukan dalam wilayah yg beriklim tropis menggunakan udaranya yang panas dan kelembaban udaranya yang tinggi, maka diharapkan bisnis buat mendapatkan udara segar menurut aliran udara alam maupun genre udara protesis .

Perencangan pengudaraan atau penghawaan merupakan suatu perencanaan buat menerima suatu aliran udara yg sempurna untuk ruangan dan pengontrolannya.

4. Perancangan Penerangan/pencahayaan

Pada perencanaan penjelasan & pencahayaan gedung dimaksudkan supaya bangunan tersebut menerima pencahayaan & penerangan yang baik dalam siang hari juga dalam malam hari . Dewasa ini pemanfaatan pencahayaandigunakan asal alami dan telah diatur menurut SNI 03 ? 2396 ? 2001 tentang ?Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung?.

Selain itu pada perencanaan penerangan atau pencahayaan jua mempertimbangkan tentang standar pencahayaan protesis yang diatur dalam SNI 03- 6575-2001 tentang ?Tata cara perancangan sistem pencahayaan protesis pada bangunan gedung?. Lima. Perancangan Telepon Perancangan telepon pada gedung wajib mempertimbangkan kepada perencanaan sistem komunikasi antara ruangan (intercom) dan perencanaan sistem komunikasi luar.

Perancangan ini jua wajib memperhatikan sistem pengaturan pemasangan kabel dalam bangunan sedemikian rupa sehingga tidak menggangu keindahan dalam bangunan dan buat memudahkan pada perawatan. Perencanaan arus lemah telepon, sistem telepon harus memakai sistem interaksi seperti saluran buat daya pembangkit komputer, yaitu genre pada dalam lantai (floor duct).

Baca Juga : Multi - Utilitas dan Multiguna

5. Perancangan Telepon

Perancangan telepon pada gedung harus mempertimbangkan pada perencanaan sistem komunikasi antara ruangan (intercom) & perencanaan sistem komunikasi luar. Perancangan ini juga harus memperhatikan sistem pengaturan pemasangan kabel pada bangunan sedemikian rupa sehingga nir menggangu keindahan pada bangunan serta buat memudahkan pada perawatan.

Perencanaan arus lemah telepon, sistem telepon harus memakai suatu sistem interaksi misalnya saluran buat daya pembangkit komputer, yaitu genre di dalam lantai (floor duct).

6. Perancangan CCTV dan Sekuriti Sistem

CCTV (Closed Circuit Television) merupakan suatu alat yang berfungsi buat memonitor suatu ruangan melalui layar televisi atau monitor, yang menampilkan gambar berdasarkan rekaman kamera yg dipasang di setiap sudut ruangan (umumnya tersembunyi) yg diinginkan sang bagian keamanan. Sistem kameran & televisi ini terbatas dalam gedung tersebut (closed). Semua kegiatan pada dalamnya dapat dimonitor di suatu ruangan security.

7. Perancangan Penangkal Petir

Pengamanan bangunan bertingkat menurut bahaya sambaran petir perlu dilakukan dengan memasang suatu indera penangkal petir dalam zenit bangunan tersebut. Penangkal petir ini wajib dipasang dalam bangunan-bangunan yg tinggi, minimal bangunan dua lantai, terutama yang paling tinggi di antara sekitarnya.

Baca Juga : Utilitas Adalah : faedah; kegunaan; manfaat

8. Perancangan Tata Suara

Sistem tata suara perlu direncanakan untuk memberikan fasilitas kelengkapan dalam bangunan. Tata bunyi ini dapat berupa background music & announcing system (public address) yang berfungsi sebagai penghias keheningan ruangan atau bila ada pengumuman-pengumuman eksklusif. Selain itu juga terdapat sistem buat car call, bagi bangunan-bangunan umum.

Tata Suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain. Peralatan dari sistem tata suara tersebut dapat berupa, microphone, cassette deck, mix amplifier, speaker, speaker selector switch, volume control, dan horn speaker (untuk car call).

9. Perancangan Transportasi pada bangunan

Sebuah bangunan yg akbar atau tinggi memerlukan suatu alat angkut transportasi untuk memberikan suatu ketenangan dalam berlalu-lalang pada bangunan tersebut. Alat transportasi tersebut mempunyai sifat berdasarkan arah geraknya menjadi alat angkut pada bentuk arah vertikal berupa elevator, arah horizontal berupa konveyor, arah diagonal berupa eskalator.

Jadi itulah pembahasan dikali pagi hari yang begitu cerah ini tentang utilitas bangunan karna disini dibahas dengan sangat renyah, simple & ringkas tentunnya sangat gampang dipahami kepada si pembaca karna pembahasan disini mengenai membentuk suatu gedung dengan memperhatikan keamanan dan ketenangan jadi sudah wajib direncanakan dengan begitu matang.

Nah itulah pembahasan dikali ini disambung dilain & dipembahasan berikutnnya tunggu saja pembahasannya & semoga apa yg saya update, tulis ini bisa membantu kalian dan semoga artikel ini dapat berguna pada yg membutuhkan dan saya mengucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah berkunjung ke website/blog saya, terima kasih & saya mohon pamit.

Sumber : gedungarsitek

Cloud Hosting Indonesia