Oleh : Any Sulistyowati
KAIL merupakan sebuah organisasi yang salah satu misinya membantu para aktivis mencapai kualitas hayati yang tinggi meskipun pada keterbatasan sumberdaya. Dalam menjalankan misi tadi, nilai-nilai yg diperjuangkan adalah kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan hidup & kelestarian alam. Pangan adalah salah satu kebutuhan hayati yang paling dasar. Pertanyaannya adalah bagaimana menaikkan kemandirian pangan para aktivis sekaligus menjaga kelestarian alam?
Salah satu upaya menaikkan kemandirian aktivis dalam mencapai kualitas hayati yg tinggi berdasarkan aspek pangan merupakan membentuk pangan menurut kebun sendiri. Hal ini dilakukan KAIL dengan menciptakan eksperimen pada kebun KAIL. Di Kebun KAIL masih ada berbagai jenis tumbuhan yg dapat dikonsumsi sehari-hari mulai dari umbi-umbian, sayur-sayuran & buah-buahan. Kebun tadi didesain menggunakan metode permakultur. Metode ini menerapkan prinsip-prinsip yg menjaga kelestarian alam sekaligus menaikkan produktivitas pada jangka panjang. Dengan metode permakultur ini Kebun KAIL dibuat buat sebagai kebun tetap dalam jangka panjang. Apabila berhasil, maka saat yg diharapkan untuk merawat kebun makin lama semakin berkurang, sementara produktivitas kebun semakin lama semakin semakin tinggi.
![]() |
Kebun KAIL, sumber pangan bersama |
Selain menaruh manfaat buat diri sendiri, keberadaan flora akan menaikkan kualitas lingkungan hayati pada lebih kurang kita. Dengan menanam, kita sekaligus menciptakan sistem pertanian yg menghidupkan & menyehatkan tanah dan banyak sekali kehidupan di sekitarnya. Mikroba dan binatang-binatang kecil seperti cacing akan hidup, tumbuh & berkembang. Mereka akan bekerja secara sukarela buat mengolah dan menyuburkan tanah.
Selain itu, adanya tanaman juga menciptakan pemandangan menjadi latif, hijau, sejuk, segar & nir gersang. Kebun yg indah & cantik, tentu sedap ditinjau mata dan menciptakan bahagia mereka yang memandangnya. Kegiatan berkebun jua dapat sekaligus berfungsi menjadi kegiatan rekreatif. Melalui aktivitas berkebun, kita bisa istirahat sejenak berdasarkan rutinitas aktivitas sehari-hari. Setelah berkebun, kita sebagai segar balik dan siap menjalani rutinitas menggunakan semangat dan tenaga yang baru.
Di waktu panen, apalagi saat panen berlimpah, kita jua berkesempatan menyebarkan output panen kepada para tetangga, teman dan kenalan. Kegiatan berbagi merupakan salah satu cara buat membangun modal sosial. Semua hal di atas adalah hal-hal kecil yg secara pribadi bisa berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup kita.
Di dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan KAIL, kami mengutamakan penggunaan bahan-bahan pangan yang dipanen dari Kebun KAIL. Jika masih kurang, kami akan membeli bahan mentah dari warung di sekitar Rumah KAIL. Biasanya warung-warung itu menjual produk panen warga sekitar dan juga membeli dari pasar. Hanya jika tidak dapat diperoleh dari kebun maupun warung sekitar, barulah kami membeli di pasar atau supermarket.
Bahan-bahan pangan tadi kemudian kami olah menjadi kuliner sehat buat dihidangkan sebagai bagian berdasarkan konsumsi kegiatan. Sayur-sayuran & butir-buahan itu ada yang diolah sebagai kuliner jadi, terdapat yg dikonsumsi eksklusif dalam bentuk segarnya. Di setiap acara makan beserta, kami selalu menceritakan dari usul makanan yg akan dihidangkan berikut proses pembuatannya.
![]() |
Sayuran di kebun KAIL, sumber konsumsi untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Rumah KAIL |
Selain nilai-nilai positif di atas, tentu saja terdapat kekurangannya. Salah satu kekurangan yg tak jarang diungkapkan merupakan saat yg diharapkan dan upaya yg perlu dimuntahkan untuk membentuk pangan. Jika dicermati sekilas, memang tampaknya lebih sulit & lama . Tetapi apabila dilihat menggunakan lebih jeli, membentuk pangan sendiri belum tentu lebih sulit dan lebih usang daripada membeli. Pada awalnya mungkin iya. Tetapi akhirnya seluruh akan tergantung berdasarkan kualitas kebun kita. Jika kebun permakultur kita telah jadi dan tetap, maka kebun tadi dapat terus menghasilkan pangan secara berkelanjutan menggunakan kebutuhan perawatan yang semakin menurun.
Sebagai contoh, di Kebun KAIL, kami menanam beberapa pohon pepaya. Caranya mudah saja. Kami mengembangkan biji pepaya yg kami beli berdasarkan tukang buah. Mula-mula, memang kami perlu merawat secara intensif menggunakan penyiraman, pemupukan & penyiangan rumput di sela pohon-pohon pepaya yang masih kecil. Sekarang, ketika pohon-pohon pepaya tadi sudah besar , kami nir perlu lagi merawat mereka seintensif dulu. Karena masing-masing pohon telah menghasilkan butir, maka satu-satunya langkah perawatan yg dibutuhkan merupakan memanen. Saat ini kami hingga dalam termin mengalami produksi pepaya yg berlebih. Pepaya-pepaya tadi bahkan masih bersisa meskipun pada setiap aktivitas kami makan pepaya menjadi bagian dari konsumsi aktivitas.
![]() |
Pepaya di kebun KAIL |
Seringkali, bagi kami yang sedang berada pada Rumah KAIL, membeli makanan ke warung, rumah makan atau pasar, akan jauh lebih usang, lebih sulit dan lebih mahal, dibandingkan pergi ke Kebun KAIL, memanen sayuran segar, memasaknya di dapur Rumah KAIL & menyantapnya selagi hangat.
![]() |
Beragam hasil kebun KAIL |
![]() |
Waluh rebus, buah potong dan perkedel talas adalah sajian konsumsi dari panen kebun KAIL |
Akhir kata, ?Yuk, kita perjuangkan kedaulatan pangan kita lewat memproduksi pangan sendiri. Dengan kedaulatan pangan, kita akan berdaulat atas hak kita atas hidup yang lebih berkualitas!? Jika sahabat-sahabat ingin mulai berkebun dan membutuhkan asistensi mengenai flora apa saja yang mudah tumbuh menggunakan perawatan minimal atau ingin menerima benih/bibitnya, silakan berkunjung ke Rumah KAIL.