Kamis, 30 Juli 2020

[TIPS] Daur Ulang Popok Sekali Pakai: Usaha Menghindari Kebangrutan dan Lebih Ramah Lingkungan

Bagi para orang tua yg mamiliki bayi, tentu menyadari bahwa popok sekali gunakan, yang dikenal dengan banyak sekali merek dagang, seperti pampers, huggies dsb, merupakan salah satu pengeluaran yang bisa membuat orang tua bangkrut. Bayangkan, sehelai popok sekali pakai homogen-homogen dijual menggunakan harga antara Rp. 1500,- hingga Rp. 2500,-. Menurut iklan salah satu merek terkemuka, popok mereka dapat menyerap sampai 6 kali pipis, tetapi tentu saja hanya buat satu kali buang air akbar.

Artinya, buat bayi yg baru lahir, yg pipis berkali-kali dan buang air akbar berkali-kali akan dibutuhkan setidaknya tiga-4 popok sekali gunakan pada sehari. Artinya orang tua harus mengeluarkan uang (ambillah harga termurah, Rp. 1500,-) sebesar Rp. 1500,- X tiga hingga 4 popok perhari X 30 hari per bulan, atau Rp. 135.000,- hingga Rp. 180.000,- per bulan. Bayangkan seseorang aktivis LSM yang bergaji Rp. 1 juta sebulan (inipun sudah adalah penghasilan yang besar buat kebanyakan aktivis LSM di Indonesia) harus mengeluarkan 18% gajinya hanya buat popok anaknya! Belum kuliner, belum susu, belum porto ke dokter anak yang tarifnya selangit bila kebetulan anak kita sakit!


Apa sih kelebihannya popok sekali pakai ini, sebagai akibatnya begitu populer? Pertama-tama, produsennya mengklaim bahwa adalah bukti cinta orang tua pada bayinya. Mengapa? Lantaran jikalau bayi pipis, pipisnya nir akan merembes ke mana-mana tentang baju dan selimutnya sebagai akibatnya tidurnya terganggu. Bayi akan tidur nyenyak & menggunakan demikian akan lebih tumbuh sehat. Selain itu mereka juga mengklaim bahwa popok mereka lebih higienis. Bayi akan bebas bergerak waktu tidur dan bermain tanpa harus bocor. Kedua, lebih simpel buat orang tua karena nir perlu acapkali mengganti popok dan sering berurusan menggunakan kotoran bayi. Ketiga, ramah lingkungan lantaran akan lebih menghemat penggunaan air dan mengurangi penggunaan deterjen yg mencemari saluran air.


Lalu, bagaimana tanggapan para penentang penggunaan popok sekali pakai ini? Terkait menggunakan si bayi. Pertama-tama, material yang dipakai dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang sensitif. Kedua, akan mengakibatkan bayi lebih lambat belajar menggunakan toilet lantaran terbiasa pipis di mana-mana tanpa resiko terkena basahan yg membuatnya tidak nyaman. Ketiga, popok ini mungkin jua tidak terlalu nyaman bagi bayi seperti yang diiklankan, lantaran meskipun nir bocor, sesudah terdapat pipisnya tentu popok sekali gunakan ini akan sebagai lebih berat. Tentu tidak terlalu nyaman, jikalau celana kita, meskipun kering permukaannya tetapi berat dan tebal lantaran pada dalamnya penuh cairan. Kecuali jikalau mau seringkali-sering diganti, dan berarti pengeluaran yg makin memeras kantung. Terkait dengan lingkungan, argumen yang diungkapkan pembuat memang sahih, namun mereka menyembunyikan informasi bahwa popok sekali pakai yg sudah digunakan pun adalah limbah, dan lebih parah berdasarkan deterjen yang masih sanggup diolah limbahnya apabila di bawah ambang batas, limbah popok sekali gunakan adalah 1 menurut sekian jenis limbah (10% dari total limbah) yg tidak bisa diuraikan. Artinya,begitu dibuang ia akan tetap tetap menjadi sampah selama-lamanya, atau setidaknya hingga sebuah teknologi baru buat memasak limbah ini ditemukan. Yang ke 2, meskipun berhemat air karena nir perlu dicuci, sumberdaya yg diguankan yg digunakan untuk menciptakan popok sekali pakai lebih banyak daripada popok yg bisa digunakan berulang kali. Jadi berdasarkan kedua sisi ini, popok sekali gunakan sama sekali nir ramah lingkungan.


Jadi satu-satunya klaim produsen yang mampu disetujui oleh para penentangnya merupakan kepraktisan bagi orang tua. Hanya saja kepraktisan ini wajib dibayar menggunakan biaya tinggi baik menurut segi finansial, pengaruh lingkungan dan bagi si bayi. Kepraktisan ini memang memudahkan terutama, contohnya dalam bepergian jauh. Tentu sulit buat acapkali mengganti popok apalagi jika menggunakan tunggangan generik pada mana tidak selalu tersedia fasilitas buat mengganti popok dan air yang memadai. Kedua, saat mengikuti acara penting yg membutuhkan konsentrasi penuh buat jangka ketika lama sehingga nir sempat mengubah popok dan membersihkan kotoran-kotoran bayi. Ketiga, buat tidur malam hari supaya orang tua dapat tidur nyenyak & beristirahat cukup tanpa gangguan tangisan bayi yg alas tidur & bajunya basah.


Apabila hal ini terjadi, dan pilihan menggunakan popok sekali gunakan terpaksa diambil; mungkin setelahnya anda merasa bersalah & bangkrut. Berikut ini merupakan tips buat mengurangi rasa bersalah anda dan mengurangi pengeluaran anda buat popok sekali gunakan sekaligus lebih ramah lingkungan menggunakan memperpanjang umur pakai popok sekali pakai.


1. Gunakan popok sekali gunakan yang baru hanya buat keperluan yg sangat mendesak, misalnya dalam perjalanan jauh, anak sakit diare sehingga tak jarang buang air dan mengganggu tidurnya sementara dia butuh poly istirahat & malam hari buat bayi mini yg masih amat seringkali pipis (buat bayi yg lebih akbar dan mulai bisa mengatur pipisnya/lebih jarang, popok sekali pakai nir perlu dipakai lagi).
Dua. Pilih popok sekali gunakan menggunakan jahitan yang kuat & perekat yg bisa dipakai lagi/nir rusak dalam sekali pemakaian.
3. Gunakan popok sekali gunakan berulang kali dengan cara:
a. Bersihkan popok sekali gunakan yan telah dipakai dengan cara membuang bagian popok sekali pakai yg menyerap cairan sehingga menjadi popok yang terdiri dari lapisan luar yang terbuat dari plastik dan lapisan dalam yang lebih lembut.
B. Cuci higienis popok sekali gunakan ini menggunakan sabun & jemur seperti sandang bayi lainnya hingga kemarau pada ke 2 permukaannya.
C. Lapisi permukaan dalam popok sekali gunakan yang telah dicuci dengan lapisan kain yg relatif tebal dan menyerap air. Sebaiknya pakai kain katun yg lembut & menyerap air.
D. Popok sekali pakai siap untuk dipakai sekali lagi.
E. Untuk pemakaian selanjutnya, cucilah popok itu sehabis kotor & bisa dipakai lagi berulang kali sampai perekatnya rusak atau terdapat bagian popok yang putus.


Selamat mencoba!


























Cloud Hosting Indonesia