Rabu, 08 Juli 2020

[PROFIL] Usia Bukan Penghalang Untuk Menjadi Relawan



Meski usia telah kepala empat, tepatnya 43 tahun, bukan sebagai penghalang buat seseorang Tini MF menjadi relawan di mana-mana.


Kenapa pada mana-mana?


Ya, karena setiap kali kegiatan komunitas-komunitas di Bandung yang mengusung isu lingkungan, anak, pendidikan dan sosial hampir dapat dipastikan, akan bertemu dengan beliau. Beliau adalah relawan di YPBB (Yayasan Pengembangan Bioteknologi dan Biosains), KSK (Komunitas Sahabat Kota), Kail (Kuncup Padang Ilalang), Bandung Berkebun,  GSSI (Garage Sale Sekolah Ibu), Madrasah Nurul Iman dan kegiatan PKK di sekitar rumah. Belum lagi aktivitas rutinnya mengajar di salah satu bimbingan belajar.


Layaklah Tini disebut seseorang aktivis. Menurut beliau, aktivis adalah seorang yang merelakan sebagian waktunya buat orang lain, tanpa berharap buat dibayar. Aktivis adalah seorang dengan visi yg jelas. Hal itu terbukti menggunakan kegiatan Tini yg menekuni global relawan selama empat tahun belakangan ini. Sampai-sampai anak sulungnya, Aghnie Hasya Rif sudah turut dan sebagai agen perubahan mulai dari taraf Sekolah Menengah pertama hingga sekarang.


Kenapa mak dua anak ini mau meluangkan saat & tenaganya, bahkan tak jarang juga mengambil kocek sendiri buat sebagai relawan? Apa yang melatarbelakanginya ? Mari kita telusuri perjalanan Tini menjadi relawan di beberapa komunitas & lembaga berikut.


Sejak dahulu, Tini suka dengan dunia anak-anak. Bungsu berdasarkan tujuh bersaudara ini memiliki pengalaman masa kecil yg kurang mengasyikkan. Masih membekas pada ingatannya, waktu nir boleh keluar tempat tinggal buat bermain menggunakan teman sebaya. Tini kecil hanya melihat aktivitas anak-anak pada sekitarnya menurut pada tempat tinggal yg dibatasi sang pagar. Alasan orang tuanya menahan Tini pada rumah merupakan, lingkungan sekitar tempat tinggal nir terlalu baik buat mendukung perkembangannya sebagai seseorang anak mini . Akhirnya Tini terpaksa berdiam pada pada tempat tinggal dengan kegiatan seadanya.


Lantaran nir punya saudara termuda, masa remaja Tini dilewatinya menggunakan bermain beserta keponakan-keponakan, sambil mengasuh mereka. Sebagai seorang remaja, Tini mulai berinteraksi menggunakan anak-anak lain ketika Tini mengajar privat. Padahal saat itu Tini masih duduk pada bangku SMA kelas 1.


Berkaca berdasarkan pengalaman masa kecil tadi, akhirnya waktu kuliah Tini bergabung menggunakan komunitas masjid Salman yang mengadakan aktivitas dampingan anak-anak. Kesukaannya menggunakan dunia anak terus diasah & disalurkan dengan sebagai relawan di KSK (Komunitas Sahabat Kota). Tini nir pernah bosan buat mencari & belajar mengenai apa saja yg sebagai kebutuhan global anak.


Untuk menambah wawasan diri, Tini sering ikut pelatihan yang diadakan oleh komunitas atau lembaga lain. Tak jarang akhirnya menjadi relawan di komunitas atau lembaga tersebut. Salah satu contohnya saat mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri yang diselenggarakan oleh Tim Kail pada bulan Juni 2011. Setelah itu Tini merasakan jadi relawan di beberapa kegiatan Kail. Sempat pula menjadi bagian dari tim trainer pelatihan zero waste lifestyle YPBB, meski akhirnya tidak dilanjutkan.


Panggilan hayati Tini merupakan dunia anak-anak & pendidikan. Sampai ketika ini Tini dan suami membuka bimbingan belajar buat siswa Sekolah Dasar, SMP & Sekolah Menengah Atas. Di sela-sela kesibukannya, dia permanen mendampingi mak -bunda PKK pada membina pendidikan dasar bagi usia dini, menjadi ketua sekolah di Madrasah Nurul Iman tanpa dibayar & memanfaatkan huma hijau yg terdapat pada kurang lebih rumah buat menanam.


Ada hal menarik menurut kehidupan sehari-hari seorang Tini. Meskipun orang tua Tini telah tewas dunia sejak ia remaja, akan tetapi pengalaman manisnya bersama mereka, termasuk tidur beserta orang tuanya nir pernah lepas menurut ingatan Tini. Sampai waktu ini pun, Tini nir pernah & tidak sanggup tidur sendirian. Selalu ada suami & anak-anak yg senantiasa menemaninya tidur, termasuk mendukung Tini pada setiap aktivitasnya.


(Melly Amalia)


































Cloud Hosting Indonesia