Rabu, 20 Mei 2020

FUNGSI PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN DAN JENISNNYA

FUNGSI PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN DAN JENISNNYA

Fungsi pengawasan dalam manajemen adalah proses memastikan bahwa semua yang dijalankan telah sesuai dengan acuan yang sudah direncanakan. Fungsi manajemen pengawasan juga disebut dengan fungsi pengendalian atau controlling.

Mengapa Fungsi Pengawasan Diperlukan Manajemen. Untuk menghindari kasus. Dan jua penyimpangan.

Berdasarkan peraturan perusahaan. Juga peraturan perundang undangan. Dan berdasarkan acuan yang telah direncanakan sebelumnya.

  • Ini yg sine qua non dalam proses pengawasan
  • Ada objek yang diawasi
  • Ada aturan sebagai landasan dilakukan pengawasan
  • Pihak atau personil pengawas
  • Tindakan pengamatan.
Siapa yang akan diawasi : Dan yang mengawasi : Semua yang ada didalam perusahaan. Tanpa terkecuali.

Kuli, pegawai, atasan, atasannya atasan, bahkan atasan yang paling atas (manajemen zenit) ikut diawasi.

Yang mengawasi merupakan atasannya masing masing. Dalam tingkatan manajemen: setiap pihak ada levelnya sendiri-sendiri. Kuli atau karyawan terendah diawasi sang mandor. Mandor diawasi sang quality controller.

Quality controller diawasi oleh atasannya. Atasannya diawasi sang atasannya. Atasan atasannya diawasi sang atasan atasan atasanya. Begitu terus. Hingga atasan paling atas. Hingga lelah mendongak. Siapa yang mengawasi manajemen yang paling atas? Pemilik perusahaannya. Bisa berdasarkan eksternal. Atau komisarisnya.

Baca Juga :Pentingnya Pengawasan Dalam Manajemen

Jenis Jenis Pengawasan

Umumnya, ada 3 jenis supervisi yang tak jarang diaplikasikan. Oleh perusahaan. Untuk mengontrol kegiatannya.

  • Preventif dan Represif
  • Aktif dan Pasif
  • Internal dan Eksternal
1. Preventif dan Represif

Pengawasan ini berbicara: saat pelaksanaan pengawasan. Kapan supervisi akan dilakukan? Sebelum atau sesudah dilaksanakan kegiatan? Mana yg lebih baik?

  • Pengawasan Preventif
"Sedia payung sebelum hujan". Atau "Mencegah lebih baik daripada mengobati"

Yang dicegah : Mencegah kecurangan. Mencegah kerugian. Mencegah kerusakan. Mencegah kelalaian. Mencegah sesuatu yang jelek terjadi. Mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Sebelum aktivitas tadi dilakukan.

Potensi penyimpangan bisa dicegah. Sedini mungkin. Tujuannya buat berjaga jaga. Takut terjadi sesuatu yang tidak baik. Menimpa aset perusahaan. Jika misal ada musibah, perusahaan tidak akan menanggung kerugian. Bisa pada klaim ke perusahaan asuransi. Aman. Aset mampu cepat kembali. Perusahaan sanggup beroperasi lagi.

  • Pengawasan Represif
Pengawasan represif kebalikan dari pengawasan preventif. Pengawasan dilakukan saat segala sesuatu sudah terjadi. Sudah selesai. Bukan di awal. Atau sebelum kegiatan dilakukan.

Fungsi pengawasan represif ini bersifat evaluasi. Gunanya: mencegah penyimpangan yang bisa terjadi di tahun depan. Juga mengevaluasi taktik yg sudah dijalankan: dipertahankan apa nir.

Tidak mungkin perusahaan mendapatkan laba: sebelum melakukan apa apa. Diawal tahun, niscaya terdapat planning. Ada sasaran & tujuan. Termasuk target penjualan. Target penghematan porto. Target keuntungan rugi.

Berhasil tidaknya rencana tadi: sanggup diketahui setelah seluruh selesai dilakukan. Apakah sudah memenuhi target? Sesuai rencana? Atau terdapat perubahan perubahan? & juga penyimpangan?

Baru hasilnya dievaluasi. Untuk perencanaan tahun depan.

Dua. Pengawasan Aktif & Pasif

Pengawasan aktif dan pasif berkaitan menggunakan seberapa dekat pengawasan itu dilakukan. Dekat atau jauh. Langsung atau tidak langsung. Berada dilokasi atau tidak dilokasi. Dilihat langsung atau tidak.

  • Pengawasan Aktif
Pengawasan aktif adalah pengawasan yang dilakukan ditempat kegiatan dilakukan. Disaksikan secara langsung. Dilokasi. Oleh yang mengawasi. Istilahnya: On the spot.

Contohnya: controller atau mandor disebuah proyek. Kuli & tukang pasti akan hati hati. Dalam pekerjaannya. Mereka takut: "disemprit" mandornya. Bisa dimarahi. Bisa dipotong bayarannya. Karena mereka merasa diawasi. Secara langsung. Dilokasi. Saat itu pula. Dan dikontrol pekerjaannya. Juga kualitas garapannya.

Apabila mereka melakukan kesalahan: langsung ditegur. Langsung disuruh memperbaiki. Saat itu jua. Tidak peduli alasan yang mereka kemukakan.

  •  Pengawasan Pasif
Pengawasan pasif kebalikan dari pengawasan aktif. Tidak diawasi secara langsung dilokasi: dari jauh. Pengawasnya tidak ada ditempat. Ditempat yang lain. Diawasi dari jauh.

Baca Juga :Pengertian Pengawasan Dalam Manajemen Fungsi dan Tujuan

tiga. Pengawasan Internal dan Eksternal

Laporan internal dan eksternal berkaitan dengan ini: pihak yang melakukan supervisi. Atau siapa pengawasnya: orang pada atau orang dari luar perusahaan.

  • Pengawasan Internal
Pengawasan internal adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang dalam perusahaan. Orang dari internal perusahaan. Pegawai perusahaan alias teman sendiri.

Pengawasan internal mampu melakukan pengawasan secara pribadi atau nir pribadi. Aktif atau pasif. Preventif atau represif.

Keunggulannya: menjadi orang pada perusahaan. Pengawas tahu benar seluk beluk operasi perusahaan. Tahu lebih detail. Bisa menggunakan mudah mengawasi. Jika terdapat defleksi: mudah ketemu.

  • Pengawasan Eksternal
Yang ini kebalikannya. Pengawasan dilakukan oleh pihak dari luar perusahaan. Lho kok bisa? kok boleh orang luar mengawasi perusahaan : Perusahaan sudah diawasi oleh pihak internal perusahaan. Apa masih harus diawasi oleh orang luar.

Siapa yg boleh mengawasi : Pengawasan eksternal pada jaman sekarang: harus. Jika perusahaan ingin maju. Pengendalian internal saja belum cukup.

Apa yg wajib diawasi : Kalau bisa: semuanya.

Bahkan pengawas dari luar perusahaan juga mengawasi pengawas internal. Banyak kasus: pengawas internal justru sebagai biang kasus itu sendiri. Yang justru melakukan penyimpangan.

  • Untuk mengawasi pengawas internal: butuh pengawas eksternal.
Manfaat lain: pengawas eksternal justru bisa independen. Lebih objektif dalam menilai sesuatu. Tidak punya kepentingan lain diperusahaan. Selain mengawasi. Misalnya : Auditor independen. Dari kantor akuntan publik. Yang memberikan jasa audit. Terhadap laporan keuangan perusahaan.

Mereka akan memeriksa laporan keuangan. Yang disusun oleh manajemen perusahaan. Laporan keuangan yg data datanya diperoleh dari internal perusahaan.

Pengawasan eksternal: memastikan sekaligus memberi agunan: Tidak ada defleksi yg material. Yang bisa merugikan perusahaan. Baik jangka pendek atau jangka panjang.

Baca Juga :Tips Cara Mengalokasikan Modal Usaha

  •  Pengawasan Kebenaran Formil & Materiil
Pengawasan kebenaran formil adalah pengawasan terhadap segala sesuatu beraasarkan bukti yang tersedia. Bukti formal. Masalah administrasi. Tidak peduli bahwa yang dilakukan tersebut justru tidak diperlukan.

apabila semuanya lengkap. Tidak ada kecurangan. Atau hal yang merugikan. Pengawasan: sukses.

Berbeda dengan Pengawasan kebenaran Materiil : Pengawasan ini nir hanya mencari bukti pengadaan tunggangan tersebut. Hal ini yg diawasi: Apakah aktivitas tersebut telah sinkron menggunakan prinsip ekonomi: pengeluaran yg digunakan. Dan biaya yg ditekan.

  • Jenis supervisi yang mana yang harus dijalankan
Semakin banyak pengawasan: semakin kecil peluang penyimpangan. Penyimpangan kecil: tujuan manajemen mudah tercapai. Tapi juga harus diingat: jangan lebih besar pasak dari pada tiang. Biaya pengawasan jangan justru jadi beban.

Pengawasan memang butuh biaya . Uang, saat dan energi. Jangan hingga pengawasan justru menciptakan biaya membengkak. Dan membatasi ruang gerak. Dan memagari kreatifitas. Fungsi pengawasan dilakukan buat mengatasi kasus. Bukan buat membuat kasus baru.

Nah mungkin sekian dulu pembahasan dikali ini & saya harap & semoga apa yg saya tulis dan posting, update ini bisa membantu kalian dan semoga artikel ini dapat bermanfaat khususnnya kepada yang membutuhkan dan saya mengucapkan terima kasih pada kalian yg telah berkunjung ke website/blog aku .

Sumber : gedungarsitek

Cloud Hosting Indonesia