Jumat, 03 Juli 2020

[PIKIR] Pola Pengasuhan Anak di Masa Kini

Perubahan & Tantangan Jaman

Dunia yang kita hidupi ini senantiasa berubah menurut masa ke masa. Beragam inovasi ilmu pengetahuan telah membangun kemajuan teknologi yg memudahkan insan dalam melakukan banyak sekali hal, mulai menurut alat transportasi sampai sumber fakta juga perangkat komunikasi.Misalnya, bila dahulu insan mengandalkan surat menyurat melalui pos buat berkomunikasi jarak jauh dengan seorang, kini mereka dapat melakukannya dengan berkomunikasi pribadi melalui telepon atau menuliskannya pada surat elektronik atau e-mail. Jika dahulu insan memakai hewan-hewan menjadi indera bantu buat mempermudah transportasi, sekarang, sehabis inovasi mesin & bahan bakar, insan bisa menempuh bepergian dengan kendaraan beroda empat, motor bahkan pesawat terbang.
Dunia semakin sophisticated. Segalanya serba gampang dan cepat. Tak perlu berlama-usang

menunggu pak pos datang mengantarkan surat yang sudah satu minggu sebelumnya ditulis oleh kerabat kita. Dengan teknologi internet, mengirim surat dapat dilakukan menggunakan hanya beberapa detik saja. Untuk menyegarkan diri dengan menonton sebuah pertunjukan, tak perlu pula kita bersusah payah pergi ke gedung teater. Di rumah, kita bisa duduk lezat menonton tayangan televisi. Bahkan, menggunakan perkembangan gadget seperti saat ini, anak-anak hanya relatif duduk dan memainkan permainan selera mereka dalam sebuah kotak mini bernama ?Tablet? Atau smartphone.
Perubahan pada teknologi dan peradaban manusia tentunya menyebabkan perubahan pola pikir dalam manusia secara individu maupun di pada keluarga. Jika dahulu para orang tua dianggap menjadi yg paling mengetahui dan anak sebagai pihak yg harus mendengarkan & melaksanakan apapun yg dikatakan orang tua, maka pada masa kini , keadaannya telah berbeda. Informasi mampu didapatkan di mana saja, pada banyak sekali media misalnya majalah, koran, televisi, radio sampai internet. Dengan majemuk media tadi, anak mampu mendapatkan pengetahuan berdasarkan sumber selain orang tua mereka.
Derasnya arus warta menurut luar membawa beberapa perubahan pada pola pengasuhan pada dalam keluarga, sebagai akibatnya orang tua dituntut untuk menyeimbangkan perubahan-perubahan tadi. Pola asuh pada jaman dahulu, yg terkenal menggunakan gaya disiplin & kaku, tidak lagi berlaku pada jaman sekarang yg serba cepat & terbuka. Alih-alih menjadi insan berkualitas dan bertanggung jawab, anak kita justru berada di bawah ancaman kenakalan remaja atau kurang rasa percaya diri bila diberi pola pengasuhan yg kaku & keras.
Oleh karenanya, bagaimana menyikapi perubahan jaman, dikaitkan dengan interaksi antara pola asuh pada pada famili dengan perkembangan karakter anak akan menjadi fokus pembahasan pada dalam artikel ini.




Sumber : http://tkalirsyad.blogspot.com/2011/02/seperti-apa-sih-pola-asuh-yang-benar.html




Pola asuh orang tua


Diana Blumberg Baumrind, seseorang pakar psikologi dan perkembangan anak di New York, Amerika Serikat memeriksa hubungan antara pola asuh yg diterapkan orang tua dengan perkembangan karakter anak-anaknya.Penelitian yang dilakukan pada tahun 1971berhasil menyimpulkan empat jenis pola pengasuhan anak pada pada famili, antara lain :


(1) Permissive Indulgent Parenting Style
Pola asuh misalnya ini dilakukan sang orang tua yg selalu memenuhi impian anak-anaknya, tetapi tanpa disertai adanya pengendalian.Kehangatan kasih sayang orang tua diberikan kepada anak secara berlebihan, bahkan ketika anak melakukan kesalahan, orang tua tidak memberi teguran.


Anak yg diasuh menggunakan pola seperti ini akan menjadi eksklusif yg manja, gampang menyerah jika menemui kesulitan, dan mengutamakan kepentingan dirinya sendiri.


Jika dikaitkan menggunakan perkembangan global waktu ini, anak yg terbentuk berdasarkan pola pengasuhan di atas kemungkinan akan mengalami kesulitan. Misalnya, ketika semua orang berlomba-lomba berjuang mencari pekerjaan yang layak, anak menggunakan karakter manja & mudah menyerah akan berada dalam posisi paling belakang. Karena ia lebih mementingkan diri sendiri, apa yang ia pikirkan bukanlah bagaimana mengatasi usaha hidup, tetapi kenikmatan bagi dirinya semata.


(2) Permissive Uninvolved Parenting Style


Berbeda sedikit dengan pola di atas, pola Permissive Uninvolved tidak disertai dengan kehangatan kasih sayang. Anak diberikan segala hal yang diinginkan, namun tidak disertai kehangatan kasih sayang maupun perhatian dari orang tua. Dalam hal ini orang tua hanya mencukupi kebutuhan anak dari segi materi saja, misal : uang, pakaian, mainan atau gadget yang canggih.


Anak yg dibesarkan menggunakan pola asuh ini akan tumbuh sebagai anak dengan perasaan minder, tak berharga lantaran tidak diperhatikan. Tak jarang jua anak menggunakan pola asuh misalnya ini jatuh dalam jebakan kenakalan remaja & narkoba.


Orang yang nir menghargai dirinya sendiri akan menduga segala aspek pada dalam dirinya sebagai sesuatu yang negatif. Maka, dikaitkan menggunakan perkembangan global saat ini, tentu orang dengan karakter seperti ini juga akan tertinggal jauh menghadapi persaingan ketat kehidupan. Rasa tidak percaya diri akan mengungkung dirinya berdasarkan perjuangan menghadapi kerasnya kehidupan. Ia akan selalu merasa tidak mampu dibandingkan orang lain.


(3) Authoritarian Parenting Style


Pola asuh otoriter merupakan pola asuh yang diterapkan orang tua yg senantiasa memaksakan kehendak dan pemikirannya kepada anak-anaknya, tanpa diberi kesempatan buat mengemukakan pendapat. Jika anak-anak melakukan kesalahan, senantiasa diberi hukuman. Kesalahan yang disengaja juga tidak disengaja selalu diganjar dengan hukuman, tanpa terdapat pembahasan tentang kesalahan yg dilakukan.


Anak yg diasuh menggunakan pola seperti ini akan sebagai eksklusif yg menjalankan segala sesuatu bukan karena keinginannya, namun lantaran takut dalam anggapan orang lain, atau takut dalam sanksi. Seringkali anak yg dibesarkan menggunakan pola asuh otoriter sebagai eksklusif yang tidak percaya diri dan nir memiliki konsentrasi yg baik dalam belajar.


Jika dikaitkan dengan perkembangan jaman, orang yang senantiasa takut dalam anggapan orang lain akan selalu berada pada bawah bayang-bayang orang lain. Ia nir bisa sebagai pemimpin, dan selama hidupnya


(4) Authoritative Parenting Style

Pola asuh Authoritative merupakan pola asuh yang memberi ruang dalam kebebasan beropini dalam anak. Dibandingkan dengan pola asuh authoritarian yang mengedepankan posisi hirarki antara orang tua & anak, sebaliknya, pola asuh authoritative mengutamakan posisi yg egaliter antara orang tua & anak. Anak diberi kesempatan buat mengekspresikan diri, sekaligus diberi bimbingan tentang nilai & kebiasaan-kebiasaan. Hukuman dan bantuan gratis (reward and punishment) berlaku pada dalam pola pengasuhan ini, disertai penerangan menurut apa yang telah dilakukan oleh anak.
Anak menggunakan pola asuh misalnya ini tumbuh menjadi anak berdikari & percaya diri. Ia jua memiliki rasa solidaritas yg tinggi terhadap sesamanya.


Bila dikaitkan dengan perkembangan saat ini, anak dengan pola pengasuhan ini mampu bertahan pada ketatnya persaingan, lantaran memiliki agama diri yg tinggi. Berkat kemandiriannya, ia sanggup melesat dalam karir maupun tujuan hidupnya, karena dia tidak perlu bergantung pada pertolongan orang lain.


Banyak faktor berperan dalam pembentukan karakter anak. Salah satunya, adalah pola pengasuhan orang tua.Oleh karena itu, ayah & mak perlu memilih pola asuh yg paling baik bagi pembentukan karakter anak, terutama karakter yang tangguh dalam menghadapi tantangan jaman. Pertanyaan bagi para orang tua kini , pola asuh manakah yg paling efektif pada membuat karakter anak yg bisa menghadapi perkembangan jaman?




Sumber : http://www.balitasehat.net/artikel/Psikologi/Balita/10.pola.asuh.untuk.anak.cerdas/001/007/1080/1




Pola asuh dan karakter yang andal menghadapi tantangan jaman


 Mari kita tengok sementara waktu karakter apa saja yg dimiliki para tokoh yang sukses di jaman sekarang. Sebutlah alm. Steve Jobs dengan produk Apple-nya,atau Michael Jordan, oleh pemain basket angka satu pada Amerika. Tak ketinggalan juga J.K. Rowling, penulis buku Harry Potter yg terkenal. Dapat dikatakan, mereka adalah orang-orang yang sukses mengatasi tantangan serta melaluinya menggunakan baik.
Kunci utama kesuksesan orang-orang tersebut galat satunya terletak pada rasa percaya diri dan upaya yg gigih buat mencapai tujuannya. Contohnya, Michael Jordan, sempat tak dipilih bermain oleh timnya pada pertandingan bergengsi pada negerinya. Namun, berkat kegigihan & upaya tanpa kenal lelah, ia berhasil menandakan dalam sang pelatih bahwa beliau bisa diandalkan. Begitu pula Steve Jobs, berkat keyakinan & kreativitas yg tinggi, beliau membawa komputer Apple yang awalnya hampir bangkrut, ke posisi atas penjualan personal komputer dunia.
Percaya diri, mandiri, tak kenal menyerah adalah karakter-karakter yg diperlukan seseorang buat menghadapi kerasnya tantangan kehidupan kapanpun & dimanapun. Semua itu nir ada begitu saja dalam diri seorang, melainkan sebuah pembiasaan semenjak kecil. Lagi-lagi, pola asuh yg tepat turut ambil bagian pada pembiasaan dan penanaman karakter semenjak dini.

Penutup

Berbagai pola asuh serta karakter yang mungkin terbentuk dari pola asuh tertentu telah dijabarkan. Jenis karakter yang kiranya mampu menghadapi tantangan jaman  telah diulas. Maka kini, saatnya bagi para orang tua untuk menentukan, pola asuh mana yang kiranya dapat menghasilkan karakter anak yang mampu menghadapi tantangan jaman.
Kunci keberhasilan pengasuhan pula terletak pada konsistensi ayah dan bunda pada tempat tinggal pada menjalankan pola pengasuhan yg telah disepakati. Sebaiknya jangan berganti-ganti pola pengasuhan, lantaran hal ini akan menyebabkan kebingungan pada anak. Contohnya, pada hari eksklusif, ayah & mak memberi kesempatan pada anak buat membicarakan pendapat atas sesuatu hal, tetapi di hari lain, ayah & mak tidak memberikan kesempatan tadi. Tentu hal ini akan menyebabkan rasa bingung, murung , dan merasa tidak dihargai pada anak.
Akhir kata, pilihan untuk menggunakan pola pengasuhan manapun terletak di tangan ayah dan ibu sendiri. Para orang tua tentu bisa memilih berbagai macam jenis pola pengasuhan untuk anak. Hendaknya, pilihan pola asuh tersebut sebaiknya disesuaikan berdasar karakter dasar dari anak. Apapun pilihan pola asuhnya, kita juga harus ingat, bahwa ini semua dilakukan demi masa depan sang anak. Karena anak semata-mata adalah titipan Tuhan dan kita tak mungkin selalu ada dan melindungi anak-anak kita di masa yang akan datang.

(Navita Kristi Astuti)


















































































Cloud Hosting Indonesia