Sabtu, 11 Juli 2020
[Media] No Impact Man : Antara Inspirasi dan Idealisme
Judul : No Impact Man
Tahun : 2007
Genre : Dokumenter
Pemain : Colin Beavan, Michelle Conlin, Isabella Beavan
Produksi : An Eden Wormfeld films, Shadowbox Film and Laura Gabbort Film Production
Produser : Julia Parker Benello, Diana Barrett dan Dan Cogan
Editor : William Haugse A.C.E dan Matthew Martin
Durasi : 1 jam 29 menit
Bahasa : Bahasa Inggris dengan subjudul dalam bahasa Indonesia
Film ini merupakan kisah perjalanan seorang warga Amerika Serikat, Colin Beavan yang mencetuskan gerakan untuk tidak menghasilkan dampak terhadap bumi. Semua perjalanan gagasannya ini didokumentasikan dalam film dan buku yang berjudul No Impact Man.
Beavan yg pula seseorang penulis merasa sangat prihatin menggunakan gaya hidup orang Amerika yang sangat konsumtif & serba mewah. Ia mencoba hayati menggunakan nilai-nilai yang diyakininya sahih. Cara yg ia tempuh bukan menggunakan membahas proteksi beruang kutub ataupun mempermasalahkan es yg tengah mencair di kutub utara, tapi lebih ke bagaimana kehidupan insan pada kota, yg beraktivitas tanpa meninggalkan efek buruk terhadap lingkungan.
Proyek ini awalnya disampaikan ke istrinya, Michelle, yang kecanduan menonton televisi dan hobi belanja. Meski merasa berat & tersiksa, Michelle mendukung gagasan suaminya. Apalagi proyek ini akan dilakukan selama lima-12 bulan dan diujicobakan dalam famili mereka sendiri, terhadap Michelle & anak mereka, Isabella.
Satu persatu kebiasaaan jelek dalam keluarganya yang mempunyai imbas terhadap lingkungan perlahan dikurangi, bahkan ditinggalkan. Misalnya, menggunakan nir memakai tisu toilet, berjalan kaki atau bersepeda buat mengurangi emisi karbon, mengurangi pemakaian plastik, mengganti popok sekali gunakan dengan popok kain, dan sebagainya. Ke pasar pun membeli produk lokal sebagai kepedulian melestarikan tanaman lokal. Mereka pula membeli cacing buat menciptakan kompos di rumah.
Di dalam film tersebut juga terdapat adegan dimana Beavan dan keluarga melakukan sarapan terakhir di sebuah rumah makan dan berkomitmen tidak akan makan di rumah makan yang jarak tempuhnya lebih dari 250 mil dari rumah. Yang tak kalah menariknya, Michelle terpaksa menahan keinginannya untuk minum kopi espresso, karena kopi tersebut bukan produk lokal.
Secara bertahap proyek ini dilakukan dengan cara belajar sembari melakukan. Beberapa perkara ada, waktu Michelle ingin menambah anak dan menginginkan pembagian tugas yg seimbang buat pekerjaan domestik antara Michelle & suaminya. Ada rasa murka dan putus harapan pada diri Michelle. Sampai waktu proyek keluarga mereka memasuki bulan keenam, waktu menuju ke tahapan hayati tanpa listrik. Apakah Anda bisa membayangkan hayati tanpa listrik? Beavan permanen menggunakan panel matahari untuk kegiatan yg membutuhkan suplai listrik, misalnya mengetik perkembangan proyek keluarganya pada laptop & mengunduhnya pada blog pribadinya. Prinsip Beavan adalah, apapun mampu dilakukan tanpa merusak alam.
Dengan proyek yg dijalankannya itu, Beavan menjadi terkenal dan diwawancara oleh aneka macam media baik berdasarkan dalam juga luar negeri. Banyak komentar yg menyatakan tak putusan bulat dengan apa yg dilakukannya, akan tetapi ada juga yg termotivasi. Meski sempat pesimis, Beavan bersemangat sebagai relawan pada beberapa tempat & belajar banyak hal menggunakan beberapa sahabat yg telah melakukan gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
Dua minggu menjelang berakhirnya proyek ini, Beavan diundang ke beberapa sekolah buat menyebarkan pengalamannya tentang hidup tanpa impak lingkungan. Hasilnya, tak kurang dari 200 orang mahasiswa Universitas New York termotivasi buat mencoba hayati tanpa imbas lingkungan dalam waktu seminggu. Salah satu jawaban Beavan yg cukup menyentuh yaitu jawaban atas pertanyaan berikut, ?Jika saya akan menjalankan hayati tanpa pengaruh lingkungan, manakah yang usahakan saya pilih, tidak menggunakan kantung plastik atau tidak memakai gelas plastik??. Jawaban Beavan cukup sederhana dan bahkan di luar ekspektasi orang-orang, yaitu ?Apabila saya hanya akan melakukan satu hal, saya memilih menjadi relawan di organisasi lingkungan. Karena di sana terdapat komunitas?.
Beavan merupakan salah seseorang yg bisa menginspirasi orang-orang lain yg menghuni planet ini. Memang, kisah Beavan sepertinya sangat sulit buat dilakukan. Bahkan, apabila segala hal pada dalam film itu benar-benar dijalankan, mungkin mampu membuat frustrasi orang yg menonton film ini. Anggapan terlalu idealis, sok mencintai lingkungan, terlalu mengada-terdapat dan lain sebagainya pasti akan terlontar. Tapi setidaknya, kita mampu mencoba terlebih dahulu buat mengurangi pengaruh terhadap lingkungan. Ada beberapa hal bisa dilakukan, ada yang sulit, dan sama sekali tidak dapat dilakukan, namun semuanya itu butuh proses.
Sayangnya, film ini masih menyisakan pertanda tanya. Bagaimana hidup Beavan sekeluarga sehabis proyek ini selesai? Apa saja yang sampai saat ini masih dilakukan buat mengurangi efek lingkungan? Apa dampak publikasi proyek ini terhadap lingkungan sekitar?
Film ini sangat menginspirasi & WAJIB ditonton oleh mereka yg ingin melakukan perubahan bagi dunia. Kalau kita mau berubah & konsisten terhadap perubahan yg kita pilih, kita pun mampu menginspirasi orang lain buat berubah. Dari hal-hal yg kecil saja, yang mampu kita lakukan pada kehidupan sehari-hari. Untuk mengurangi efek negatif & menaikkan dampak positif pada menciptakan gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
(Melly Amalia)