Minggu, 28 Juni 2020

[PROFIL] Ridwan Kamil dan Visi Sehat Untuk Kota Bandung

Setiap insan ingin dikaruniai tubuh & jiwa yg sehat. Karena dalam syarat sehat, manusia mampu membuat karya, menjadi produktif. Tetapi,insan nir tinggal sendiri. Kesehatan seorang jua ditentukan sang lingkungan juga kota tempat tinggalnya.
Sebuah kota yang sehat perlu didukung sang ekuilibrium sosial, budaya, lingkungan hidup dan regulasi yang mendukung gaya hayati sehat warganya. Mewujudkan kota yang sehat, tak tanggal berdasarkan partisipasi setiap rakyat kota, dan itikad baik berdasarkan pejabat pemerintah yg berwenang. Keduanya akan sebagai klop bila dijalankan menggunakan kepemimpinan yg memiliki visi bertenaga buat sebuah kota yang bersih, sehat & teratur.
Kita dapat ambil model kepemimpinan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew pada memberlakukan peraturan tentang kebersihan & ketertiban pada Singapura. Berkat kepemimpinan beliau, Singapura dijuluki sebagai kota terbersih pada dunia.
Bagaimana dengan kota kita sendiri, Kota Bandung?

Kota Bandung yang terkenal menggunakan hawa sejuknya, dan digemari oleh wisatawan lokal juga internasional berkat daya tarik wisata budaya, sejarah juga kulinernya, kini memasuki periode baru. Di penghujung 2013 yg kemudian, seseorang pemimpin Kota Bandung telah dilantik. Ia dianggap sang warga Kota Bandung berkat visi & misi menjadikanBandung Juara, yaitu kota Bandung menjadi kota yg baik, sehat & berkelanjutan.
Sang Walikota itu adalah Ridwan Kamil. Seorang yg sederhana dan bersahaja, tetapi mempunyai mimpi akbar buat mengakibatkan Bandung menjadi kota kelas global & sinkron dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.


Ridwan Kamil
Kang Emil, begitu beliau biasa dipanggil, merupakan seorang arsitek yang sangat peduli pada konsep pembangunan kota yang berkelanjutan. Sebelum terpilih menjadi  WalikotaBandung periode 2013-2018, ia telah memiliki prinsip-prinsip pembangunan kota yang memperhatikan aspek-aspek sosial, budaya dan lingkungan hidup.Menurutnya, sebuah kota yang sehat adalah kota yang merangsang warganya untuk keluar dari petak-petak rumah pribadi mereka dan menghabiskan waktu di ruang-ruang terbuka yang tersedia.



Sumber foto: www.Bandung.Usaha.Com



Berdasarkan keberpihakan itu, sepak terjang telah dilakukannya di beberapa titik pada pelosok Indonesia. Salah satunya, Kang Emil pernah berperan sebagai konsultan dalam penataan Kota Surabaya, pada masa kepemimpinan walikota Bambang Dwi Hartono (tahun 2002-2010).
Prinsip-prinsip yang dipegangnya dalam pembenahan kota Surabaya, pertama, proporsi ruang terbuka hijau (RTH) dan bangunan wajib berbanding 30 : 70. Menurut Kang Emil, daya dukung sebuah kota terhadap kesehatan warganya akan menjadi maksimal pada perbandingan tadi.


Skema Pembangunan Berkelanjutan. Sumber: www.Beranda.Miti.Or.Id




Kedua, sebuah kota dibangun seiring menggunakan membentuk gaya hidup. Regulasi yang lemah dalam ketidaktertiban akan melahirkan gaya hidup rakyat yang seenaknya jua. Oleh karenanya, apabila ingin rakyat sebuah kota menjalani konduite hayati sehat, maka perlu diciptakan regulasi-regulasi yg memaksa warganya mengarah ke konduite yg diinginkan. Misalnya dengan melakukan pemberlakuan tarif parkir maupun pajak kendaraan bermotor yang relatif tinggi. Karena dengan demikian, orang-orang akan lebih suka berjalan kaki maupun menggunakan angkutan generik.

Ketiga, sebuah kota hendaknya mampu menginformasikan visi yang jelas kepada warganya. Kelima, kota yang sehat adalah kota yang memiliki political willyang baik dari para pemimpinnya. Berdasarkan prinsip yang dipegangnya itu, Kang Emil sukses membantu pemerintah Kota Surabaya mengatasi keruwetan masalah di kota tersebut.
Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan tampaknya telah menyatu sedemikian rupa pada kehidupan Kang Emil, yg tercermin pada refleksi yg beliau tuliskan pada blog pribadinya, jua dalam setiap kiprahnya pada keluarga & warga .

Contoh peran Kang Emil dalam mewujudkan kota atau pemukiman yang sehat bisa kita lihat di daerah Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler. Orang-orang mengenal daerah itu, Blok Tempe. Di wilayah itu, ia berafiliasi menggunakan rakyat mengatasi masalah banjir, dengan bersama-sama membangun sumur resapan di beberapa titik. Ia pula menggalang dana buat lalu dibelikan tanah yg digunakan sebagai huma bermain anak-anak. Anak-anak yang sehat merupakan anak-anak yang mempunyai ruang relatif untuk bermain di alam terbuka.



Sumber: www.Ridwankamil.Net



Kita jua dapat melihat model gaya hayati sehat yang berprinsip nol sampah, melalui desain tempat tinggal tinggal pribadinya di daerah Cigadung, yg terbuat berdasarkan ribuan botol bekas.
Kini, sesudah dilantik, Kang Emil pun memutuskan acara-program harian, seperti menetapkan hari Selasa Tanpa Rokok dan hari Jumat Bersepeda. Dan ini bukan sekedar acara pada atas kertas. Dalam kesehariannya sebagai walikota Bandung, ia nir berkendara menggunakan mobil dinas menuju tempat kerjanya, melainkan memakai sepeda. Ia benar-benar-sungguh ingin meneladani gaya hayati sehat menggunakan bersepeda.



Sumber foto: www.Republika.Co.Id

Sebagai warga Bandung, kita juga telah menyaksikan bagaimana taman-taman kota mulai di-revitalisasi. Hal ini adalah gebrakan Kang Emil pada mewujudkan kota yang sehat melalui perbanyakan ruang terbuka hijau di kota Bandung.

Sejumlah planning pembangunan kota Bandung telah digeber sang Sang Walikota Ridwan Kamil. Pembangunan Gedebage Teknopolis adalah bagian berdasarkan rencananya untuk membagi beban derita Kota Bandung, karena selama ini baik pusat pemerintahan, wisata juga perekonomian terletak pada bagian tengah kota. Ia merencanakan buat memindahkan sentra pemerintahan kota Bandung ke Gedebage. Dengan demikian, arah pembangunan kota sebagai lebih seimbang.
Bandung Skywalk jua adalah rencana Kang Emil yg akan direalisasikan pada tahun 2014 ini. Ia merupakan jembatan bagi para pejalan kaki, yang menghubungkan jalan Cihampelas dengan jalan Taman Sari. Dengan dibangunnya jembatan ini, orang yg hendak berjalan-jalan ke Cihampelas tidak perlu mengendarai motor & mobil, relatif memarkir tunggangan mereka di jalan Taman Sari, kemudian berjalan kaki melalui jembatan Bandung Skywalk ini.
Jika memang sahih jembatan ini terlaksana, maka masyarakat kota Bandung bisa berhemat bahan bakar, sebagai akibatnya mengurangi polusi asap tunggangan bermotor. Selain itu, warga kota Bandung menerima wahana hiburan & olahraga yg gratis dan menyehatkan, yaitu berjalan kaki melalui jembatan Bandung Skywalk ini.


Jalan panjang pembangunan kota Bandung yg sehat & berkelanjutan membentang di depan sana, bagi Sang Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Akankah seluruh rencana dia dapat terealisasi? Mari kita dukung sepak terjang dia dalam mewujudkan kota Bandung yg bersih, sehat dan teratur!


(Ditulis berdasar kajian media)









































Cloud Hosting Indonesia