Senin, 29 Juni 2020

[MEDIA] Dikepung oleh Zat Aditif yang Berbahaya pada Makanan!

Oleh: Tim YPBB

Pendidikan dan pelatihan adalah salah satu pilar Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) dalam menjalankan kampanye gaya hidup organis bagi kalangan menengah ke atas perkotaan di kota Bandung. Salah satu materi pelatihan yang pernah dibawakan adalah tentang Bahaya Zat Aditif pada Makanan .


Bila diamati dengan akurat, kuliner yg kita makan sehari-hari mengandung bahan kuliner yg sehat & juga yang tidak sehat. Pemahaman mengenai baik atau tidaknya kuliner tersebut lalu diperkuat menggunakan pembahasan tentang zat aditif. Zat aditif adalah bahan-bahan yg dibubuhi pada kuliner di luar tujuan menaruh gizi utama (karbohidrat, protein, dan lemak).


Indonesia memiliki banyak zat aditif tradisional. Namun, sekarang banyak sekali zat aditif buatan dengan nama kimia yang asing dan tidak kita kenal. Banyaknya zat aditif buatan ini, ternyata salah satunya,disebabkan oleh adanya kebutuhan dari industri untuk memproduksi makanan dalam jumlah besar yang akhirnya perlu disebarkan secara luas ke seluruh Indonesia. Industri tersebut saling bersaing menarik perhatian konsumen dan juga menghasilkan banyak kemasan yang sulit didaur ulang.


Bagaimana cara kita membedakan zat aditif yang aman dan yang berbahaya? Padahal nama zat aditif itu banyak yang asing dan tidak dikenal. Tim YPBB memberikan solusinya yaitu Kamus Zat Aditif.
Bila kita kesulitan dalam memahami sebuah kata pada bahasa Inggris, maka yg kita lakukan umumnya merupakan mencari merupakan pada pada kamus bahasa Inggris. Nah, kamus zat aditif ini pun sama kegunaannya. Cara menggunakan kamus relatif sederhana. Simulasi penggunaan kamus dilakukan pada pembinaan-pembinaan buat mengenali bahwa kebanyakan produk yg dianalisis tidak sehat lantaran paling nir,mengandung satu atau 2 zat aditif yang berbahaya dan menyebabkan macam-macam penyakit.


Peserta pelatihan juga diperkenalkan dengan berbagai jenis zat aditif. Seperti misalnya terkait zat aditif yang jelas dilarang oleh pemerintah tapi masih tersebar cukup luas,contohnya  boraks dan formalin; zat aditif yang diijinkan tapi beresiko, seperti MSG dan siklamat,dan zat aditif yg berbahaya jika berlebihan dikonsumsi seperti gula dan garam.

Menemukan Zat Aditif Pada Makanan


Foto: dokumentasi YPBB

Jadi, ternyata kita “dikepung” oleh zat aditif berbahaya pada makanan! Untunglah, dengan menggunakan K amus Z at A ditif ,kita bisa mengetahui makna di balik nama asing tersebut, otomatis memiliki informasi kesehatan dan juga kita jadi bisa memutuskan: apakah kita akan mengonsumsi sebuah makanan atau tidak.
Selain itu, apalagi yg bisa kita lakukan?

Yuk, mari mulai mengubah pola hidup kita untuk mengurangi kebutuhan bahan aditif yang berbahaya dengan membeli makanan segar dan lokal, beralih ke pewarna alami, membiasakan diri dengan beragam rasa pada pemanis dan juga memasak makanan sendiri untuk meyakinkan bahwa sebanyak mungkin zat aditif yang digunakan adalah yang aman.



























Cloud Hosting Indonesia