Senin, 01 Juni 2020

Editorial Pro:aktif Online - edisi Desember 2016

Tak terasa putaran saat kini beranjak ke penghujung tahun 2016.

Pada akhir tahun ini, Pro:aktif Online balik hadir dengan tema ?Budaya Membaca Buku?

Membaca merupakan sebuah aktivitas penting & utama pada pada kehidupan manusia. Dengan membaca, seorang mendapatkan ilmu & pengetahuan. Membaca adalah ventilasi menuju dunia dan wawasan yang luas. Demikian pentingnya membaca sebagai akibatnya mampu mendongkrak kualitas hidup manusia & kesejahteraan suatu rakyat.

Dalam edisi kali ini, budaya membaca sudah dipotret berdasarkan berbagai sudut pandang sang para kontributor penulis Pro:aktif Online, dimulai dari rubrik Pikir yg dibawakan sang Sofie Dewayani. Artikel yg dibawakannya mengajak pembaca buat menyelami & memahami perilaku dan pilihan-pilihan generasi masa kini yang melek teknologi digital. Dengan pemahaman baru tersebut, pembaca diajak buat menyikapi secara bijak perkembangan teknologi yang ada, serta mencari cara yang strategis agar norma membaca nir tergerus oleh perkembangan teknologi tersebut.

Rubrik Opini disajikan oleh Umbu, yang menggunakan indahnya memaparkan global yg membaca. Alam semesta terdiri dari insiden membaca yang tidak pernah usai, dimulai dari pembacaan semesta terhadap awal mula dunia pada naluri ?Membaca? Pada manusia purba sampai terciptanya simbol-simbol yang sekarang dipakai oleh rakyat terkini pada membaca. Secara menarik, Umbu mengajak pembaca buat meninjau pulang budaya membaca pada hubungannya menggunakan pola berpikir kritis. Ia menyandingkan membaca yang dilakukan Alice dalam kisah ?Alice in Wonderland? Dengan membaca yg dilakukan Pinocchio, sang boneka kayu yang akhirnya sebagai manusia.

Rubrik Masalah Kita dibawakan sang Kukuh Samudera. Ia memaparkan mengenai kebiasaan membaca kitab pada kalangan aktivis. Kukuh mengantarkan pembaca pada pengalaman para aktivis pada mengakses buku, yg dikaitkan menggunakan peran mereka pada loka karya masing-masing.

Rubrik Jalan-Jalan dibawakan oleh Yosepin Sri Ningsih, mengisahkan tentang Perahu Pustaka Pattingaloang, sebuah perpustakaan yg dibangun pada atas sebuah bahtera layar dengan misi menjangkau daerah-wilayah terpencil buat menaikkan minat membaca rakyat, terutama masyarakat di Indonesia bagian timur.

Rubrik Media ditulis sang Tabrani Yunis, direktur Center for Community Development and Education (CCDE) di Aceh, menuturkan tentang majalah POTRET yg adalah majalah bagi aktivis & kaum wanita di Aceh.

Rubrik Profil diisi menggunakan dua artikel, pertama, mengenai Perpustakaan Jalanan yang ditulis sendiri oleh pendirinya, Senartogok, yg mengisahkan jatuh bangun usaha mereka menyuarakan gema literasi di jalanan. Artikel ke 2 merupakan profil mengenai seorang penulis bacaan anak, Eugenia Rakhma, yg mengisahkan pengalaman pada menulis bacaan yang mampu memikat hati anak-anak yg membacanya.

Rubrik Tips dibawakan oleh Any Sulistyowati yang menuliskan kiat-kiat menaikkan budaya membaca kitab pada kalangan aktivis dan tips buat mengakses kitab yang sinkron dengan bidang minat masing-masing.

Akhir istilah, semoga menggunakan penerbitan edisi ?Budaya Membaca Buku? Ini dapat berguna bagi peningkatan minat baca pada kalangan aktivis. Mari kita refleksikan balik makna membaca bagi diri kita masing-masing.

Selamat membaca dengan penuh makna!

Cloud Hosting Indonesia