Kamis, 28 Mei 2020

[TIPS] BEROLAHRAGA : MENJAGA KEBUGARAN DAN MEMAHAMI KEBERAGAMAN

Oleh : Kukuh Samudra

Kita telah sepakat bahwa olahraga bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran. Dari tubuh yang sehat, lantas berpengaruh terhadap jiwa yang sehat. Seperti adagium Yunani yang terkenal, “Mens sana in corpore sano” yang artinya, “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”.

Manfaat lain menurut olahraga yg tidak banyak orang sadari adalah olahraga dapat memperluas pergaulan. Dengan semakin luas pergaulan, semakin poly orang yang kita temui & semakin besar peluang kita bertemu dengan bermacam jenis orang. Dari interaksi menggunakan beragam jenis manusia itulah yg mendorong kita buat memahami keberagaman. Bagi teman-sahabat yang hendak atau baru memulai berolahraga, pada bawah ini beberapa tips agar kita menerima manfaat optimal berdasarkan olahraga. Baik yang berkaitan dengan kebugaran jasmani, juga yg berkaitan dengan sosial.

1. Pilih olahraga yang sesuai menggunakan minatmu

Saat ini banyak sekali macam olahraga bersama fasilitas sudah tersedia. Olahraga tersebut ada yg bersifat individu, gerombolan , permainan, atau yang bersifat non-permainan. Beberapa orang lebih gemar olahraga grup seperti futsal, tetapi beberapa lebih enjoy melakukan olahraga individu seperti bersepeda atau lari. Olahraga permainan umumnya lebih asyik dilakukan, namun kita perlu mencari sahabat atau versus tanding yang terkadang susah-susah gampang. Contohnya merupakan tenis. Sementara terdapat jua olahraga yang sifatnya bukan permainan seperti lari atau yoga.

Foto 1 - Lari pagi di GOR Saparua, Bandung (dokumen pribadi)

Kegiatan lari (jogging) dapat dilakukan sendiri maupun berkelompok. Dengan berkelompok, kegiatan lari menjadi sarana mengenal keberagaman serta meningkatkan motivasi untuk menyehatkan raga.

Ada beberapa olahraga yg dapat dipelajari dengan mudah misalnya lari, ada yg perlu ketika usang buat bisa mahir melakukannya misalnya basket atau bulutangkis. Pertimbangkan ketersediaan ketika, budget, dan tujuan anda pada berolahraga. Apabila anda tidak mempunyai banyak saat & ingin segera menerima manfaat dari olahraga, pilihlah olahraga yang gampang & terjangkau. Apabila anda merasa cocok dan enjoy dengan sebuah olahraga eksklusif jangan ragu buat ikut komunitas & berlatih secara giat. Bahkan jika anda kebetulan memiliki rejeki berlebih, tidak terdapat salahnya ikut kursus atau membayar pelatih.

Dua. Bergabung pada komunitas olahraga

Olahraga misalnya lari atau bersepeda, yang sebetulnya lebih menekankan dalam ?Kompetisi? Melawan diri sendiri, umumnya membutuhkan determinasi diri yang lebih tinggi. Tidak jarang orang yg baru pertama mencoba olahraga akan semangat di awal, kendor di tengah, & bahkan berhenti sama sekali sehabis melakukannya tidak lebih berdasarkan hitungan jari. Salah satu cara buat mengatasi kendala ini adalah mencari komunitas atau sahabat dengan hobi yang sama.

Untuk olahraga permainan, hambatan umumnya merupakan dalam mencari sahabat. Beberapa olahraga membutuhkan minimum peserta supaya bisa bermain menggunakan enjoy.

Apapun jenis olahraganya, mencari teman atau komunitas dengan minat yang sama adalah menguntungkan. Anda mampu menemukannya di sekolah, kampus, lingkungan kerja, klub olahraga atau melalui media daring yang saat ini gampang diakses. Untuk 2 yg terakhir, umumnya anggota klub asal berdasarkan bermacam jenis latar belakang yang tentu saja lebih menarik.

Tiga. Berinteraksi menggunakan sesama anggota komunitas

Foto 2 - Olahraga sebagai sarana mencairkan suasana (dokumen KAIL)

Sebagai awal mula sebuah kegiatan, olahraga dapat menjadi sarana untuk mencairkan suasana, seperti yang dilakukan oleh kakak pendamping dan adik-adik di Hari Belajar KAIL di gambar ini.

Olahraga adalah momen ketika orang hendak santai dan ingin lepas sejenak berdasarkan rutinitas. Saat istirahat atau menunggu giliran, coba ajak anggota komunitas atau versus bermain buat berbincang-bincang. Olahraga juga membantu buat mencairkan suasana. Dosen killer atau atasan yang galak nir jarang menunjukkan sifat berlawanan sama sekali saat olahraga dibandingkan keseharian. Dengan berbincang, kita mampu lebih mengenal satu sama lain. Apalagi pada sebuah komunitas dengan latar belakang yang majemuk, kita sanggup memahami insan secara lebih luas. Apabila terdapat rejeki berlebih, nir terdapat salahnya buat sekadar membawa kudapan sehat supaya komunitas lebih akrab.

4. Mengadakan Latih Tanding atau Latihan Bersama

Sekadar latihan rutin terkadang membosankan. Perlu suasana supaya semangat latihan permanen terjaga. Kegiatan latih tanding sanggup sebagai pilihan. Selain itu dengan latih tanding, kita bisa memperluas pergaulan.

Yang perlu diingat waktu latih tanding merupakan:

a. Atur jadwal dan konvensi menggunakan mitra latihan. Bicarakan secara terbuka mengenai waktu, tempat, konsumsi, dan pembagian porsi finansial jika dibutuhkan.

B. Sebagai tuan tempat tinggal , kita harus buat melayani tamu menggunakan sebaik-baiknya. Beri liputan dan kemudahan kepada tamu kita semisal mereka baru pertama kali berkunjung. Mengacu dalam poin (a) pada hal finansial, tuan rumah lazimnya memberi jamuan pada tamu. Namun, sesuaikan menggunakan budget klub Anda. Seringkali masalah perjamuan bukan berarti harus glamor, namun setidaknya memenuhi kebutuhan dasar dalam berolahraga misalnya air mineral.

C. Sebagai tamu, kita harus bertanggung jawab & menghormati lawan tanding kita. Hadir lebih awal di lokasi adalah galat satu model. Selain itu, terkadang ada beberapa kesepakatan atau aturan yg tidak sama di lingkungan tuan rumah yang perlu kita jaga. D. Pergunakan latihan bersama atau latih tanding buat saling belajar, saling berkomunikasi, dan membina rekanan. Belajar pada hal ini bukan sekadar urusan teknis olahraga. Namun, sanggup pula mengenai manajamen latihan, tips-tips finansial, dll.

5. Mengikuti atau Mengadakan Turnamen

Latih tanding memiliki cakupan yg lebih terbatas pada dua klub. Apabila ingin mendapatkan jaringan yang lebih luas pada satu waktu, kita bisa mencoba mengikuti turnamen atau bahkan mengadakan turnamen sendiri. Atmosfer turnamen akan terasa lebih menantang dan bergelora dibandingkan sekadar latih tanding. Dengan atmosfer yg lebih menantang, akan menarik peserta yang lebih luas.

Yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan turnamen adalah:

a. Kita perlu mengukur sumber daya. Jangan hingga turnamen yg kita selanggarakan memiliki kualitas yg jelek & menciptakan kapok peserta.

B. Menjaga sportivitas merupakan hal yang absolut. Jika tidak, alih-alih mendapatkan teman baru dan membina keberagamaan, yg sanggup terjadi merupakan sebuah bibit permusuhan.

C. Esensi menurut turnamen merupakan kompetisi. Namun, kompetisi usahakan hanya terjadi pada lapangan atau saat pertandingan berlangsung. Manfaatkan ketika jarak sebagai ajang silaturahmi.

6. Sportif

Sportif mampu berarti amanah & bertanggung jawab. ?Bermainlah, tapi jangan pernah bermain-main menggunakan permainanmu,? Demikian kata seseorang bijak. Artinya, waktu kita bermain atau olahraga kita dituntut buat fokus & mengerahkan upaya aporisma. Bermain-main dengan permaian, bisa berarti tidak amanah, berlaku licik, atau tidak mengerahkan energi secara aporisma hanya akan menghambat tujuan yang hendak kita capai menurut olahraga.

Dari Tenis buat Menjadi Semakin Dinamis

Penulis sendiri pada olahraga memilih tenis menjadi hobi. Sejak mini penulis telah didorong berolahraga buat belajar dan menekuni paling tidak satu bentuk olahraga permainan. Hingga kini , penulis masih aktif bermain tenis & masih terus belajar buat berbagi permainan.

Foto 3 - Penulis dan Olahraga Tenis

Melalui tenis, penulis mendapatkan beragam manfaat, salah satunya adalah pengembangan karakter pantang menyerah serta kesempatan untuk mengenal sifat-sifat orang yang berbeda melalui kegiatan turnamen atau pertandingan persahabatan
Lebih dari 10 tahun penulis berlatih tenis, ada beberapa nilai dan manfaat yang penulis dapat petik:

1. Olahraga membantu dalam belajar Di saat suntuk & penat, olahraga dan berkeringat mengakibatkan tubuh dan pikiran lebih segar. Penulis yang rutin tenis 1-2 kali per pekan pernah mencoba nir tenis selama 1 bulan. Yang terjadi badan justru tak jarang pegal & lesu. Beberapa penelitian terkenal bahkan menyebutkan dengan berolahraga, kemampuan otak dalam memasak kabar akan semakin tinggi. Hal ini karena otak kita sebetulnya membutuhkan suplai oksigen yg lancar. Sementara olahraga bisa membantu melancarkan sirkulasi oksigen ke otak.

2. Olahraga mengajarkan untuk bekerja keras

Dosen pembina UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)-Tenis penulis pernah bercerita bahwa beliau mengajarkan anaknya olahraga agar anaknya belajar kerja keras. Dalam global akademik, mencontek adalah jalan pintas seorang pelajar buat mendapatkan skor yg baik. Namun, dalam olahraga, mencontek menjadi nir relevan. Kemampuan atlet seratus persen adalah buah kerja keras beliau dalam berlatih. Anda sanggup ?Mencontek? Gaya pukulan Roger Federer, atlet tenis terbaik global, menggunakan melihat videonya berulang kali. Namun, buat sebagai juara dunia seperti Roger Federer tanpa kerja keras adalah tidak mungkin.

3. Olahraga memberikan kesempatan buat mengenal begitu poly orang

Tenis selalu mempunyai stereotip menjadi olahraga yg mahal. Saya tidak menampik pendapat demikian. Namun, penulis yang besar pada kota kecil seperti Karanganyar, menemui kenyataan bahwa hampir semua lapangan masih gratis. Oleh karena itu, dengan porto yg jauh lebih murah dibandingkan di kota, tenis di kota kecil masih terjangkau bagi kalangan kelas menengah bawah. Di kota mini , tidak jarang seorang pejabat tingkat kabupaten bermain menggunakan tukang becak yang secara strata sosial termasuk pada bawah. . Dalam kesempatan lain penulis mengikuti turnamen alumni perguruan tinggi tempat penulis kuliah. Dari situ penulis bisa berinteraksi dengan para alumni yang sudah bekerja dan jauh lebih mapan secara finansial daripada tukang becak yang penulis temui. Mereka rata-homogen mempunyai cerita yg unik dengan topik yg beragam. Meski demikian, topik yg mereka bincangkan kebanyakan tidak selaras dibandingkan menggunakan klub tukang becak berada. Kalaupun katakanlah kita ambil satu pijakan tema, yaitu ekonomi, sudut pandang antara para alumni perguruan tinggi sangat jauh tidak sinkron.

Dari berbagai klub tenis yang diikuti, kita jadi lebih paham mengenai cara berpikir orang yang beragam. Meski harus diakui, tidak semuanya baik. Tetapi, dengan demikian kita akan lebih cerdik & bijaksana pada melihat sebuah persoalan.

4. Latih tanding dan mengadakan turnamen menjadi sarana buat belajar berorganisasi

Penulis pernah bertanggung jawab mengadakan sebuah latin tanding dengan universitas lain saat masih mahasiswa. Dari situ kami saling berinteraksi & bertukar keterangan. Tiap organisasi atau klub, kasus yg dihadapi terdapat yg tidak sinkron terdapat pula yang mirip. Dari situ kita mampu saling berdiskusi dan bertukar pengalaman. Wawasan kita kita juga lebih terbuka, bahwa buat tiap organisasi buat kasus yang sama sanggup jadi penanganannya tidak sama.

Beda lagi pengalaman ketika didapuk menjadi kepala turnamen. Mengadakan turnamen ternyata nir semudah yang dipikir. Meski memiliki banyak rencana & pandangan baru di ketua, melakukan hukuman bagi penulis yang minim pengalaman organisasi ternyata cukup sulit. Saat itu penulis poly mengalami hambatan bahkan turnamen yg direncanakan terancam gagal. Tetapi, dari proses itu penulis belajar banyak terutama pada hal memecahkan perkara, berinterksi, dan berkomunikasi menggunakan orang lain.

Empat manfaat bermain tenis yg penulis sebutkan di atas tentu saja sangat subjektif. Pembaca pasti memiliki pengalaman & memperoleh manfaat yg berbeda-beda pada berolahraga. Selain bahwa olahraga berguna bagi kebugaran, olahraga sarana yang baik untuk memperluas pergaulan dan memperluas sudut pandang.

SALAM OLAHRAGA!

Cloud Hosting Indonesia