Kamis, 21 Mei 2020

PENTINGNNYA PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN

PENTINGNNYA PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN

Pentingnya Pengawasan Dalam Manajemen , pengawasan menurut bahasa Indonesia berasal dari kata “awas” dimana berarti pengawasan adalah aktivitas mengawasi atau mengamati sesuatu dengan teliti. Aktivitas lanjutan dari pengawasan adalah melaporkan hasil pengawasan tersebut. Secara umum pengertian pengawasan adalah proses untuk menjamin segala kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.

  • Menurut Para Ahli
Para ahli manajemen juga mengemukakan beberapa definisi pengawasan. Pengertian pengawasan antara satu ahli dengan lain mungkin berbeda namun memiliki makna yang kurang lebih sama hanya berbeda cara pandang. Berikut pengertian pengawasan menurut para ahli :

  • Winardi
Definisi pengawasan adalah seluruh kegiatan yang dijalankan oleh pihak manajer untuk memastikan bahwa hasil sesungguhnya sesuai dengan hasil dari perencanaan.

  • Basu Swasta
Pengertian pengawasan adalah fungsi penjaminan bahwa segala aktivitas akan memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

  • Sondang P. Siagian
Pengawasan ialah proses mengamati suatu pelaksanaan dari keseluruhan aktivitas organisasi untuk menjamin supaya seluruh tugas yang sedang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

Baca Juga : Pengertian Pengawasan Dalam Manajemen Fungsi dan Tujuan

Pentingnya Pengawasan Dalam Manajemen

Ketika bisnis anda sudah mulai mempunyai karyawan, maka sudah saatnya anda melakukan supervisi pada manajemen.

Pengawasan dalam manajemen dibutuhkan dalam sebuah usaha karena anda harus memastikan bahwa semua pekerjaan dalam bisnis  dapat diselesaikan sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Karyawan identik dengan manajemen pengawasan. Apabila nir, maka anda tidak bisa mengukur performa karyawan anda.

  • Tiga Langkah Dalam Melaksanakan Pengawasan Dalam Manajemen
Pengawasan dalam manajemen ini penting dilakukan agar kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki. Ada 3 langkah dalam melaksanakan hal tersebut:

1. Membuat baku

Standar adalah kriteria yg sanggup anda gunakan buat mengukur output sebuah pekerjaan. Standar dibentuk dari kemampuan kerja pada keadaan normal.

Bentuk baku ini dibagi menjadi 2:

a. Standar kuantitatif :

Standar yg dinyatakan pada satuan-satuan tertentu misalnya jam kerja mesin, jam kerja energi langsung, & satuan barang, investasi, dll

b.Standar kualitatif

Standar yg berbentuk pendapat generik, langgangan , buruh, dsb

dua. Membandingkan aktivitas baku

Langkah ini dilakukan buat mengetahui besarnya penyimpangan yg terjadi. Langkah ini mampu anda gunakan sebagai alarm untuk mengetahui tanda-tanda-gejala menyimpangan yang mungkin saja terjadi.

Baca Juga : Fungsi pengawasan dalam manajemen

tiga. Tindakan pemugaran

Tindakan ini dilakukan buat memperbaiki aktifitas, kegiatan, atau kebijakan yang tidak sinkron menggunakan standarnya.

Sebelum melakukan hal diatas, anda wajib menerima keterangan tentang kemajuan yang telah dicapai dan adanya penyimpangan.

Misalnya anda mempunyai bisnis bakery. Langkah awal yang perlu anda buat merupakan membuat standar, misalnya menggunakan menciptakan baku kuantitatif misalnya ini:

1. Masuk kerja jam 07.30

dua. Pulang kerja jam 16.00

3. Mempersiapkan adonan sebanyak 40 porsi per hari

4. Memanggang campuran yg sudah siap

lima. Melakukan pengepakan pada produk yang telah jadi

Kemudian langkah selanjutnya merupakan membandingkan aktivitas karyawan dengan baku yg telah anda buat:

1. Masuk jam 07.30   –>  sudah ok

2. pulang kerja 16.00 –>  sudah ok

3. membuat adonan sebanyak 40 porsi –> hanya 42 porsi, kurang 8 porsi

4. Memanggang campuran yg sudah siap –>  ok

5. Melakukan pengepakan produk yang sudah jadi –> karyawan sudah melakukan pengepakan dengan baik.

Dari lima standar yg anda buat, hanya ada 1 yang tidak sinkron, yaitu membuat campuran. Langkah supervisi yg wajib dilakukan adalah melakukan tindakan perbaikan atau koreksi. Memberi teguran karyawan anda & mendorong mereka buat membuat adonan sampai 40 porsi.

Baca Juga : Tips Cara Mengalokasikan Modal Usaha

  • Adapun supervisi & pengendalian pada manajemen wajib memperhatikan hal-hal berikut ini:
  • mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan
  • melaporkan setiap penyimpangan
  • mempunyai visi ke depan
  • obyektif, teliti, dan sesuai standar yang digunakan
  • luwes dan fleksibel
  • sesuai dengan pola organisasi
  • ekonomis
  • mudah dimengerti
  • diikuiti dengan tindakan koreksi
Dengan adanya suatu pengawasan dalam manajemen akan membuat operasional usaha dapat berjalan dengan begitu lancar tanpa adannya suatu hambatan. Disamping itu akan mendorong seorang karyawan untuk lebih bertanggung-jawab atas terhadap tugas yang dihadapinnya dan tugas tugas yang diberikan oleh perusahaan dan tugas yang dipikulnya.

Jadi itulah pembahasan dikali ini yg begitu latif dan hari yg begitu cerah tentang pembahasan Pentingnya Pengawasan Dalam Manajemen karana pada sesuatu apapun itu sangat pentingnnya pada suatu pengawasan dalam manajemen itu sangat wajib & misalnya pengawasan waktu membangun suatu perumahan itu harus ada pengawasnnya yg acapkali dinamakan mandor atau seorang arsitek, & begitu juga dalam manajemen pasti ada supervisi karna ini sangat harus dilakukan.

Mungkin sekian dulu pembahasan dikesempatan ini dari aku & semoga apa yang saya tulis & saya posting update hari ini dapat berguna buat hari ini dan buat esok dan sampai dimasa yg kan mendatang dan semoga artikel ini bermanfaat khususnnya yg membutuhkan dan saya mengucapkan terima kasih kepada kalian yg telah berkunjung ke website/blog saya dan semoga bisa dimengerti karna aku menulisnnya dengan begitu renyah, simple, dan gampang dipahami.

Sumber : gedungarsitek

Cloud Hosting Indonesia