Selasa, 05 Mei 2020

ARSITEKTUR TRADISIONAL ADAT JAWA

ARSITEKTUR TRADISIONAL  ADAT JAWA

Arsitektur Tradisional Adat Jawa sebagaimana yang sudah kalian ketahui bahwasannya terutama didaerah jawa ini memiliki sebuah rumah atau sebuah hunian yang sangat unik dan banyak orang mengatakannya dengan sebuatan rumah adat jawa. Karna rumah ini sering dipakai orang jawa sebagai upacara adat dan acara- acara lainnya yang berkaitan dengan adat jawa tersebut.

Rumah arsitektur tradisional Jawa atau juga kalian seluruh biasa menyebutnnya dengan sebutan menjadi omah tata cara Jawa. Dan mengacu pada sebuah rumah-tempat tinggal tradisional di pulau Jawa, terutama pada Indonesia. Karna sebuah arsitektur tempat tinggal Jawa ditandai menggunakan adanya sebuah aturan hierarki yg mayoritas misalnya yang tercermin dalam sebuah bentuk atap rumahnnya yg misalnya bahtera.

Sebagaimana sebuah tempat tinggal tradisional Jawa mempunyai tata letak yg begitu sangat seperti antara satu menggunakan lainnya. Namung namun sebuah bentuk atap dipengaruhi dalam status sosial & ekonomi dari pemilik tempat tinggal tadi. Dan sebuah arsitektur tradisional rumah Jawa banyak dipengaruhi sang suatu arsitektur kolonial Belanda pada Indonesia & juga sangat berkontribusi dalam sebuah perkembangan arsitektur modern pada Indonesia mungkin dalam abad ke-20 an.

Rumah Joglo (Sumber: www.wovgo.com)

# Arsitektur Sejarahnya

Karna kebanyakan orang jawa mempunyai korelasi yg begitu sangat dekat dengan sebuah bangsa austronesia. Dan sebuah Relief pada Candi Borobudur yg dibangun pada tahun abad ke-9, & juga memberitahuakn bahwa sebuah tempat tinggal Jawa merupakan suatu pola dasar berdasarkan tempat tinggal Austronesia. Karna kedatangan orang - orang Eropa pada abad 16 & 17 memperkenalkan sebuah batu dan batu bata pada konstruksi sebuah tempat tinggal , yang banyak digunakan seseorang terutama sang orang-orang kaya.

Baca Juga : Rumah Tradisional Minangkabau

Dari bentuk tempat tinggal tradisional Jawa mungkin pula mulai mempengaruhi sebuah perkembangan arsitektur Kolonial Belanda pada Indonesia. Pada awal abad ke 19 an, & rumah Hindia Belanda dibentuk menyerupai sebuah rumah Jawa karena bentuk rumah yg sanggup melawan sebuah panas tropis & hujan yang begitu sangat lebat, tetapi tetap mampu mengalirkan suatu & sebuah udara pada bagian dalam tempat tinggal .

Rumah Limasan menggunakan gaya Kontemporer (Sumber: pinterest.Com)

# Hierarki Atap Rumah

Karna sebagaimana yg telah ditetapkannya menggunakan sebuah struktur rakyat jawa yang yg telah inheren dengan sebuah teradisinnya. Karna tempat tinggal -tempat tinggal tradisional Jawa diklasifikasikan menurut beberapa bentuk atap mereka ditinjau & dipandang dan diteliti berdasarkan yang terendah sampai ke yg tertinggi, yaitu sebuah Kampung, Limasan, dan Joglo.

Contoh contoh tempat tinggal kampung (Sumber: gambarrumahideal.Blogspot.Co.Id)

  • Rumah Kampung
Dan sebuah Rumah Kampung serta yang rumah ini terutama atap rumah Kampung diidentifikasikan sebagai sebuah rumah dari rakyat biasa. Namun secara struktural, atap Kampung yaitu sebuah atap yang paling sederhana.

Sedangkan atap puncak tempat tinggal Kampung bersandar pada sebuah empat tiang tengah dan ditunjang oleh dua lapis tiang pengikat. Serta bubungan atap didukung penyangga menggunakan sebuah sumbu Utara-Selatan yang spesial . Dan struktur ini dapat diperbesar dengan melebarkan sebuah atap menurut bagian atap yg ada pada strukturnnya.

Rumah Limasan (Sumber: www.jualrumahlimasan.com)

  • Rumah Limasan
Nah Rumah Limasan ini dengan sebuah Atap Limasan yang digunakan untuk rumah-rumah keluarga Jawa yang memiliki status yang sangat lebih tinggi. Namun dari jenis rumah ini yaitu sebuah jenis yang paling umum untuk rumah Jawa. Dengan sebuah denah dasar empat tiang rumah diperluas serta menambah sepasang dari sebuah tiang di salah satu ujung atap.

Rumah Joglo (Sumber: purevillatravel.com)

  • Rumah Joglo
Sedangakan rumah joglo ditinjau dari sebuah Atap Joglo yaitu sebuah bentuk atap yang paling khas dan mungkin masih dibilang paling rumit.  Dan Atap joglo ini dikaitkan dengan sebuah tempat tinggal bangsawan (Keraton, kediaman resmi, bangunan pemerintah, dan rumah bangsawan Jawa atau nigrat). Namun pada saat ini yang memilikinnya tidak lagi terbatas pada sebuah keluarga bangsawan, namung tetapi siapa saja yang memiliki cukup dana untuk membangunnya. Dan untuk mendirikan atau untuk membangun sebuah rumah Joglo dibutuhkan bahan bangunan yang lebih banyak dan juga bisa dibilang lebih mahal.

Baca Juga : Ciri-Ciri Desain Futuristik

Sedangkan sebuah Atap Joglo mempunyai beberapa karakteristik spesial yg membedakannya terutama dari dua jenis atapnna. Karna Atap utamannya begitu sangat lebih curam, sementara bubungan atap nir sepanjang rumah Limasan. Sedangkan di empat tiang utama yang mendukung sebuah atap pada atasnya terdapat sebuah susunan yg sangat khas berupa tiang-tiang berlapis yang diartikan menjadi suatu tumpang sari.

Karna selain itu sebuah joglo bilamana terjadi sebuah kerusakan terutama  proses perbaikan tidak boleh mengubah bentuk asal mulannnya. Karna orang-orang jawa sangat begitu percaya dan menghormatinnya bilamana mereka melanggar  aturan ini akan menimbulkan sebuah pengaruh yang kurang baik terutama pada penghuni rumah.

Layout dari kompleks rumah tradisional Jawa. Ket: 1. Lawang pintu dua. Pendopo tiga. Peringgitan 4. Emperan 5. Dalem 6. Senthong 7. Gandok 8. Dapur (Sumber: www.Wikiwand.Com)

  • Bangunan rumah
Karna rumah ini begitu sangat tidak berbeda dengan sebuah rumah tradisional Bali, rumah Jawa ini biasanya juga dibangun dalam suatu kompleks berdinding. Sedangkan ditinjau dari sebuah bahannya untuk sebuah dinding pelindung kompleks rumah dibuat dari batu untuk rumah orang kaya, atau terbuat dari bambu dan kayu.

Dan Rumah tradisional terutama orang Jawa yang begitu sangat ideal serta yang terdiri atas 3 bangunan utama, yaitu sebuah omah, pendapa, dan peringgitan.

Pendopo rumah Joglo (Sumber: www.boombastis.com)

  • Pendopo
Sebuah Pendopo atau juga bisa disebuat pendapa yaitu sebuah paviliun yang terletak di bagian depan kompleks. Karna tempat ini digunakan untuk menerima sebuah tamu, pertemuan sosial, atau pertunjukan ritual. Dan sebuah pendopo ini menggunakan atap joglo serta hanya terdapat di kompleks rumah orang kaya. Namun di beberapa daerah perkotaan yang padat, dinding batu biasanya akan didirikan di sekitar pendopo saja.

Pringgitan (Sumber: jejakbocahilang.wordpress.com)

  • Pringgitan
Sebuah Pringgitan yaitu sebuah ruang yang menghubungkan antara pendopo dengan omah. Dan Peringitan merupakan sebuah tempat untuk ringgit, yang memiliki sebuah arti wayang atau bermain wayang. Dan Pringgitan ini memiliki sebuah bentuk atap kampung atau limasan.

Teras di Omah Adat Jawa (Sumber: i0.Wp.Com)

  • Omah
Omah yaitu  sebuah rumah utama. Sedangkan sebuah kata omah berasal dari Austronesia yang berarti “rumah”. Omah biasanya memiliki tata letak persegi atau persegi panjang dengan sebuah lantai yang ditinggikan. Sedangkan bagian tengah omah menggunakan bentuk atap limasan atau joglo. Dan sebuah daerah di bawah atap dibagi serta oleh bilah-bilah dinding menjadi sebuah daerah dalam dan luar.

Interior rumah joglo (Sumber: pinterest.com)

  • Dalem
Sebuah Dalem yaitu suatu bangunan yang tertutup dan dibagi lagi sepanjang poros Utara dan Selatan menjadi daerah-daerah yang begitu sangat berbeda. Namun pada sebuah model rumah kampung dan limasan, pembagian ini digunakan untuk membedakan antara bagian depan dan bagian belakang. Dan pada sebuah rumah joglo terdapat tiga pembagian yang lebih sangat dan dibilang rumit, yaitu antara depan, tengah, dan belakang.

Baca Juga :

Sedangkan Bagian Timur depan dalem yaitu sebuah tempat berlangsungnya aktivitas semua anggota famili dan loka semua anggota famili tidur pada sebuah ranjang bambu. Dan bilamana sebelum pubertas anak-anak, terutama bagian tengah dalem rumah joglo ditegaskan oleh empat tiang utama. Namun dalam ketika ini, sebuah bagian itu nir lagi memiliki kegunaan spesifik. Dan secara tradisional wilayah ini adalah suatu tempat pedupaan yang dibakar sekali seminggu buat menghormati Dewi Sri (dewi padi), juga merupakan sebuah loka pengantin pria dan wanita duduk pada upacara pernikahannya.

Senthong Tengah (Sumber: popyaly.blogspot.co.id)

  • Senthong
Senthong merupakan sebuah bagian belakang omah yang terdiri dari sebuah tiga ruangan yang sangat tertutup. Senthong Barat merupakan sebuah tempat menyimpan beras dan hasil pertanian lainnnya. Sedangkan sebuah peralatan bertani disimpan di sisi Timur. Senthong ini secara tradisional merupakan sebuah ruangan yang dihias semewah mungkin dan dikenal sebagai suatu tempat tinggal tetap Dewi Sri. Sebuah pasangan pengantin baru terkadang tidur di senthong tengah.

Dan terutama di bagian luar atau belakang kompleks terdapat beberapa bangunan lain seperti sebuah dapur dan kamar mandi. Dan sebuah sumur umumnya ditempatkan pada sisi Timur. Sumur ini suatu penyedia air dipercaya sebagai asal kehidupan dan selalu sebagai hal yg paling pertama yang diselesaikan ketika membentuk sebuah kompleks tempat tinggal baru. Dan bilamana jumlah anggota keluarga atau kekayaan famili bertambah, maka sebuah bangunannnya tambahan (gandhok) bisa ditambahkan.

Jadi itulah mengenai sebuah rumah Arsitektur Tradisional Adat Jawa yang sebagaimana kalia telah ketahui bahwasannya tempat tinggal contoh misalnya ini sangatlah rupawan & nyaman bilamana kalian menghuninnya. Dan yg punnya rumah istiadat jawa ini jarang sekali masih sanggup dibilang langka & dimana-mana yang langka itu berarti barang antik dan pasti hargannya & kualitasnnya yang sangat bagus.

Mungkin sekian dulu pembahasan berdasarkan saya dilanjut kepembahasan berikutnnya. Dan pada kalian semua aku mengucapkan terima kasih yang telah mengunjungi & yg membaca website/blog aku & tidak lupa pula semoga apa yg aku tulis ini dapat embantu kalian semua. Serta apa yang aku posting ini bisa berguna buat hari ini & hari esok nanti.

Sumber : gedungarsitek

https://en.Wikipedia.Org

http://1001indonesia.Net

Cloud Hosting Indonesia